Nikmati hidupmu, lalu Bagikan Inspirasi pada dunia

Tips Menulis ala DEE LESTARI
Home/Motivasi / Tips Menulis ala DEE LESTARI
Tips Menulis ala DEE LESTARI
Siapa yang tidak kenal dengan Dee Lestari, beliau adalah penulis fenomenal yang karyanya selalu membuat pembacanya menjadi terlena. Perahu Kertas, Fisosofi Kopi, Supernova yang berjilid-jilid sampai Aroma Karsa.

Siapa yang tidak kenal dengan Dee Lestari, beliau adalah penulis fenomenal yang karyanya selalu membuat pembacanya menjadi terlena. Perahu Kertas, Fisosofi Kopi, Supernova yang berjilid-jilid sampai Aroma Karsa. Nah, baru-baru ini Dee Lestari mengisi acara di webinar tentang seluk-beluk kesuksesan yang ia dapatkan dari menulis. 


Awal kepenulisan Dee Lestari dari tahun 2001, sudah dua dekade karier kepenulisannya berlangsung. Menurut Dee Lestari menulis itu skill yang wajib dipelajari seumur hidup. Menulis akan terasa sulit,jika kita sudah tahu detail apa saja yang dibutuhkan dalam proses menulis. Untuk menghasilkan tulisan yang bagus itu tidak jauh dari proses kreatif. Karena menulis tidak bisa instan, berawal dari menulis satu kata-menjadi beberapa kata hingga sebuah kalimat itu ada prosesnya. Perkembangan menulis dari waktu ke waktu akan mengasah jemari kita merangkai kata. Semakin sering melatih diri untuk menulis maka akan lebih mudah menentukan kata apa yang digunakan. 


Menurut Dee Lestari tidak ada yang jago dalam menulis, hanya saja penulis yang sudah piawai ia akan lebih mudah menyederhanakan kata. Dari sesuatu yang abstrak di pikiran kita menjadi sesuatu yang bisa dimengerti oleh banyak orang. Tugas penulis juga membuat orang lain paham dengan apa yang kita tulis, juga memisahkan kesenjangan. Penulis ada dua level, level pertama yaitu level berani dan satunya level coba aja. 


Level pertama tentu menyiapkan diri untuk berani mengeluarkan ide, pikiran maupun topik yang ingin ditulis. Level kedua itu lebih sulit, mencoba menulis yang baik. Agar lebih terlatih menulis, maka kudu konsisten menulisnya. Kita sebagai manusia tidak bisa lepas dari seni menulis, itu cara alamia untuk komunikasi dan bercerita. Proses konsistensi dalam menulis bisa mendatangkan pundi-pundi duit. 


Pada level ketiga, menulis menjadi sesuatu kemampuan untuk menjadi karier. Menulis di level ketiga bukan hanya sebagai untuk dinikmati pembaca saja. Tetapi untuk melihat target pasar, seberapa banyak peminatnya. Tulisan bisa saja diterbitkan dengan mudah di era kini, bisa di penerbit Indie, lewat platform, tetapi yang bisa membuat banyak pembaca banyak tertarik dengan karya kita itu level yang sulit. 


Mencari nafkah bukan hanya lewat menulis, tetapi memang lewat menulis bisa menghasilkan pendapatan. Menulis bisa dijadikan sampingan untuk pendapatan. Menurut Dee Lestari, di balik kesuksesan menulis salah satunya nasib. Ada cerita yang tidak dijagokan oleh penerbit. Tetapi ketika diposting di plaform, banyak pembaca yang menyukai. Ternyata ceritanya potensial juga. Faktor kesuksesan dalam menulis juga tidak terlepas dari usaha dan ikhtiar. Penulis awal tahun 2000-an berbeda dengan penulis zaman sekarang. Beliau menulis awal 2001, tour promosi ke kampus-kampus, berbagai kota, pembaca dan saat itu disebut terobosan. Namun era kini, promosi itu merupakan tugas seorang penulis, wajib banget. Sekarang lebih canggih, pakai media sosial asal bisa menjaga komunikasi yang baik. Bisa dapat engagement.


Menulis di platform pun butuh effort yang besar untuk mendapatkan pembaca, lewat sering ikut komen di tulisan lain. Orang harus berjuang, sedikit-demi sedikit untuk dapatkan peluang, berusaha dekat dengan pembaca. 


Menjadi penulis yang karyanya populer, biasanya bisa mendatangkan kesempatan karya menjadi difilmkan. Secara umum, buku yang laris sudah punya pembaca itu yang dilirik oleh produser. Ketika menulis butuh jangan berharap karya tersebut untuk diadaptasi, yang terpenting membuat karya yang bagus sejauh yang kita bisa. 


Menulis itu proses yang panjang, agar tulisan tetap berjalan dengan bagus harus didukung dengan penguasaan bahasa. 


Tetaplah berkarya, lewat tulisan bisa melebarkan sayap perjuangan.