Nikmati hidupmu, lalu Bagikan Inspirasi pada dunia

Merawat Pernikahan tidak semudah yang diikrarkan tapi butuh ikhlas dan sabar
Home/Motivasi / Merawat Pernikahan tidak semudah yang diikrarkan tapi butuh ikhlas dan sabar
Merawat Pernikahan tidak semudah yang diikrarkan tapi butuh ikhlas dan sabar
Menikah bukan untuk sehari atau esok, menikah untuk akhir hayat. Merawat pernikahan itu yang butuh dijaga dengan maksimal.
-Baiq Cynthia
Menikah itu impian semua orang yang jomlo, istilahnya tuna asmara. Sebelum menikah pasti ada masa pencarian calon pasangan, tapi enggak semudah mencari pasangan sandal kalau lagi Jumatan. Kalau sandal hilang bisa ditemukan, tapi pasangan? Tentu berbeda. Ngomongin soal menikah itu rumit, karena setiap hari bertemu dengan orang yang sama. Pun tinggal satu atap jadi mustahil bisa menjaga image. Tentunya akan muncul perbedaan karakter maupun beda pendapat. Perbedaan ini yang kadang memunculkan konflik apabila salah satu pasangan mulai kurang pengertian. Aku pun mulai bertanya kepada orang tua yang sudah menjalani pernikahan sampai ke-34 tahun tapi adem-ayem. Menurutnya ini yang harus dijaga, ada 5 hal penting yang diperlukan untuk merawat pernikahan;
Saling Pengertian agar terjaga hubungan yang harmonis
Foto oleh Rene Asmussen dari Pexels
Sepasang kekasih yang saling mencintai tidak hanya memenuhi kebutuhan berbentuk fisik. Tetapi kebutuhan rohani seperti pengertian, kita mengakui kekurangan yang dimiliki dan pasangan melengkapi kekurangan kita dan sebaliknya. Misalnya ketika pasangan sakit enggak punya kekuatan untuk aktivitas, maka pengertian untuk meminta istirahat. Membantu hal yang bisa dikerjakan. Pun saling mengisi kekurangan pasangan.
Dalam hal merawat dan kebutuhan anak, saling membantu. Memberikan bantuan pada pasangan, saat pasangan tidak ada atau sibuk. Saling menjaga satu-sama lain. Kalau memang dibutuhkan pembantu atau baby sitter, pilih orang kepercayaan yang sekiranya tidak akan terjadi kecurangan antar pasangan. Misalnya selingkuh dengan baby sitters. Big no!
Dalam hal pekerjaan, misalnya suami masih menganggur. Akibat PHK, ya mungkin istri punya keterampilan di rumah. Bisa saling mengisi kekurangan pasangan. Tetapi apabila menjadi wanita karier jangan melupakan tugas utamanya.
Komunikasi memegang peranan terpenting dalam menjaga keharmonisan pasangan dalam rumah tangga.
Foto oleh Trung Nguyen dari Pexels
2.Jujur dalam komunikasi, secara terbuka katakan yang sebenarnya walaupun menyakitkan. Jujur itu sangat berharga, ketika sekali saja berbohong maka selamanya akan sulit dipercaya. Hubungan yang dilandasi dengan kejujuran, maka akan memunculkan ketenangan dalam pasangan itu sendiri. Tidak ada namanya saling curiga maupun saling diam-diam tanpa kabar.
3.Sabar ketika suka dan duka, ketika bahagia dan kecewa Terkadang kita berhadapan dengan pasangan yang berbeda, mulai dari kesukaannya, gaya hidup dan latarbelakang. Untuk bisa beradaptasi dengan pasangan dibutuhkan kesabaran. Tingkahnya yang kekanak-kanakan mungkin, atau pasangan yang cuek. Kudu mengumpulkan kesabaran tiada batas.
4.Hadapi masalah bersama jangan menghindar apalagi kabur dari masalah Pasti dalam pernikahan ada namanya ujian, tiap hari pun tentunya ada masalah. Ketika ada masalah jangan menghindari. Tetapi hadapi dengan pikiran tenang, rileks dan mulai memecahkan permasalahan. Sekuat apa pun kabur dari masalah, justru akan mendatangkan masalah baru. Sehingga masalah semakin menumpuk dan kita sulit menyelesaikan permasalahan itu.
5.Susah senang hadapi berdua. Ketika memutuskan untuk menikah, berarti siap mengarungi perjalanan hidup bersama pasangan tercinta. Apa pun yang terjadi di dalam pernikahan wajib untuk menghadapi bersama pasangan. Jangan libatkan orang luar agar masalah tidak makin runyam. Ketika senang jangan lupa untuk sering memberikan kado terindah untuk pasangan. Enggak perlu mewah yang penting bermanfaat. Hal-hal yang saya sebutkan tadi itu menjadi modal awal untuk menjalani rumah tangga yang langgeng sampai maut memisahkan. Hal yang sederhana tapi menyenangkan itu akan sangat berarti bagi pasangan.